Search

Memuat...

FeedBurner FeedCount

Selasa, 08 Mei 2012

Penggolongan Darah pada Manusia


Kali ini sya berbagi kepada anda mengenai penggolongan darah pada manusia. Penggolongan ini sangat membantu dalam tranfusi darah. Dengan adanya penggolongan ini, akan meminimalisir terjadinya penggumpalan darah.

Dewasa ini, darah digolongkan menurut tiga sistem penggolongan darah. Sistem tersebut adalah ABO, Rhesus, dan MN, untuk lebih jelasnya, langsung saja !

Sistem ABO
Sistem ini diperkenalkan pertama kali oleh Karl Landsteiner pada 1900. Beliau merupakan seorang ahli patologi Austria. Beliau berhasil menemukan penyebab penggumpalan darah. Temuan ini menjadi dasar penggolongan darah system ABO. Menurut beliau, darah memiliki dua molekul protein yang disebut aglutinogen dan aglutinogen.

Aglutinogen merupakan zat yang digumpalkan sedangkan agglutinin merupakan zat yang menggumpalkan. Keduaprotein ini terdaat dalam eritrosit. Aglutinogen  terbagi menjadi A, B.  Sedangkan aglutinin terbagi menjadi dua yaitu α dan β. Jenis aglutinogen biasa digunakan dalam penemaan darah menurut sistem ini. Contoh : Golongan darah A memiliki aglutinogen A dan aglutinin β.

Berdasarkan ketentuan diatas, golongan darah dapat dibedakan menjadi 4.
1.      Golongan A : memiliki aglutinogen A dan aglutinin β (bersifat anti B, mengumpalkan golongan darah beraglutinogen B ),
2.      Golongan B : memiliki aglutinogen B dan aglutinin α (bersifat anti A, menggumpalkan golongan darah beraglutinogen  A),
3.      Golongan AB : memiliki aglutinogen A dan B serta agglutinin 0 (kosong, tidak menggumpalkan golongan darah beraglutinogen A atau B)
4.      Golongan O (kosong) : tidak memiliki aglutinogen namun memiliki aglutinogen α dan β (bersifat anti A dan B, menggumpalkan golongan darah beraglutinogen A dan B).

Sehingga golongan darah O tidak digumpalkan oleh golngan darah A, B atau AB. Selanjutnya golongan darah O disebut sebagai donor universal. Sedangkan golongan darah AB tidak menggumpalkan golonagn darah A, B, dan O. Selanjutnya golongan darah AB disebut resipien universal.

Sistem Rhesus (Rh)
Pada sistem ini, penamaan golongan darah didasarkan pada faktor Rh. Disebut seperti ini karena memiliki kemiripan dengan aglutinogen pada kera rhesus. Darah yang memiliki faktor Rh disebut Rh – positif sedangkan orang yang tidak memilki faktor Rh disebut Rh – negatif.

Dalam transfusi darah, darah Rh – negatif dapat memunculkan agglutinin anti Rh yang bersifat sifat anti Rh – positif. Sehingga apabila terjadi trasfusi darah Rh – positif menuju Rh – negatif maka akan terjadi penggumpalan. Sama halnya terjadi pada janin berRh – positif yang dikandung oleh ibu berRh negatif. Darah ibu akan membentuk aglutinin anti Rh – positif yang mana pada kehamilan kedua akan merusak eritrosit janin dan menimbulkan penyakit eritroblastosis fetalis (bayi kuning).  

Sistem MN
Sistem ini berdasarkan aglutinogen M dan N. serta tidak memiliki sifat untuk menggumpalkan. System ini biasa digunakan sebagai alternatife terakhir dalam menentukan keturunan. Sehingga jarang sekali dipakai. Biasa dipakai apabila Sistem ABO dan Rhesus sudah tidak efektif.

Menurut sstem ini, golongan darah dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1.      Golongan darah M : beraglutinogen M
2.      Golongan darah N : beraglutinogen N
3.      Golongan darah MN : beraglutinogen M dan N

Untuk tambahan informasi, sekitar 80% penduduk asia memiliki rhesus negatif, golongan darah AB menurut system ABO merupakan darah yang paling sulit ditemukan atau sedikit populasinya.

Sekadar berbagi ,
Semoga bermanfaat :D

0 komentar:

Poskan Komentar

Bahasa Lain

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More